Sapa dari 1.400 mdpl

dari ketinggianlah aku bisa melihat kebawah. Tapi nyatanya aku masih bisa pula menengok atas. Maka mungkin ini yang mereka sebut ‘diatas langit masih ada langit’.

Apa yang lo tau tentang Pekalongan? Batik? Bener. Pekalongan memang dikenal sebagai Kota Batik. Tapi mari kita melipir ke kabupatennya, disana kalian bisa menemukan hamparan dataran tinggi yang berbatasan pula dengan Dieng Plateu, Wonosobo.

50 hari di 1.400 mdpl. Pengalaman tinggal selama itu di ketinggian segitu tentunya bukan hal yang sebelumnya gue bayangkan. Sejujurnya rada stress di satu minggu awal karena ngebayangin harus hidup hampir 2 bulan tanpa bisa nemuin jalan raya atau setidaknya indomaret… horor sia…. oh iya, gue tinggal hampir 2 bulan untuk keperluan Kuliah Kerja Profesi dari Kampus.

Bernama ‘Ekowisata Petungkriyono’, kecamatan Petungkriyono ini bisa kalian tempuh dari Pusat Kota Pekalongan dengan naik angkot 3 kali. Sejujurnya gue lupa transit dimana aja, tapi kalian bisa langsung tanya ke orang sekitar dengan tujuan Pasar Doro. Insyallah orang2 Pekalongan baik2 kok.

Yang perlu kalian catet adalah kalo mau naik ke kawasan Petungkriyono tanpa bawa kendaraan pribadi, maka kalian harus tiba di Pasar Doro sebelum jam 12 siang. Kenapa? karena Doplak (sebutan untuk mobil bak terbuka) yang bakal membawa penumpang naik biasanya terakhir berangkat sekitar jam 1 siang, sesuai jadwal selesainya penduduk desa belanja di pasar. Tarif doplak sekitar Rp 15-20 ribuan/orang sekali jalan

Eits tp Info terbaru, petungkriyono skrg sdh sgt trkenal , Jd udah ada doplak khusus wisata.

1618453_10200461944991621_369053316_n Ini yang disebut Doplak.. jangan lupa pegangan yang erat selama perjalanan
Jangan pikir pejalanan akan berlangsung cepat, karena kalian bakal diajak menanjak hampir 2 jam diatas doplak ini. Tapi bagi kalian pecinta alam, perjalanan itu bakal sangat menyenangkan.

Perjalanan akan diawali semenjak Doplak melintasi gerbang bertuliskan ‘Kawasan Ekowisata petungkriyono’, sekitar beberapa ratus meter dari gerbang, bakal kalian jumpai papan bertuliskan ‘Kalian berada di kawasan dengan tingkat konservasi tinggi’… udah kebayang belom gimana hutannya kawasan ini?

Gue sih awalnya rada norak gitu pas liat pemandangannya, karena kita bener-bener diajak masuk hutan belantara yang menanjak. Masih banyak dijumpai daun-daun yang lebarnya bisa mencapai 2 meter. Monyet bergelantungan, bunyi2 khas hutan, dan juga hati2 kepala kalian karena bakal sering melalui lebatnya ranting pepohonan diatas kepala.

1 jam pertama adalah perjalanan menyusuri hutan menanjak yang seolah gak bertepi. Gue juga awalnya nanya ‘ini mana desanya?’ ‘siapa yang bisa2nya bikin desa ditempat seterpencil ini?’ …. bhuahahaahaha….

1185093_10200461916830917_829105185_n
Perjalanan menanjak yang akan menyenangkan

selepas 1 jam, barulah kalian tiba di desa pertama, tapi tujuan kita bukan secepat itu, karena gue bakal menuju desa yang menjadi salah satu desa terujung dan teratas di Petungkriyono ini. Namanya Desa Curug Muncar. Dinamakan Curug Muncar karena disini memang ada air terjun. eh,,, bukan ada, tapi banyak! ada 7 air terjun di satu desa itu… keren parah….

2 jam perjalanan yang bakal membuat kalian takjub akan berakhir di Desa Muncar (kalo naik Doplak tujuan Muncar tentunya). Kalo kalian mau ke desa lebih tinggi, masih ada Desa Gumelem. Bedanya ialah Desa Gumelem ini lebih fokus ke pertanian, selain itu karena lebih tinggi, desanya hampir selalu berkabut dari pagi ampe sore… Sedangkan Desa Curug Muncar dan desa sekitarnya cukup kuat di Pariwisata karena faktor banyaknya Curug di kawasan tersebut.

B_ikoiKUcAAHZAG.jpg large
Beginilah Penampakan Desa Gumelem yang selalu berkabut

Kembali ke Desa Curug Muncar….

Desa wisata satu ini juga kabarnya menjadi desa terkecil di Jawa Tengah. Di desa ini tahun 2013 lalu terdaftar hanya memiliki 490 jiwa penduduk. Rumah warganya sendiri terpusat di satu wilayah, mungkin hanya sekitar 100-150 rumah saja.

tumblr_msfr4eWkpO1rtwe7go1_1280
Pasukan KKP IPB Curug Muncar..hahaha

Di Desa ini kalian bisa menginap di Homestay yang sudah tersedia tepat di depan gerbang desa. Bentuknya rumah berukuran cukup besar, kapasitas maksimal sekitar 25 orang lah. Surprisenya ialah tarifnya yang sangat murah, cuma Rp 100.ooo perhari. Kalian juga bisa pesen makan di ibu Wati, pengelolanya yang rumahnya sebelahan dengan Homestaynya.

Mari berpetualang !

Dari depan Homestay kalian sudah akan disuguhkan pemandangan alam pegunungan yang menghijau royo-royo. Bahkan salah satu air terjun juga bisa dilihat langsung dari jendala kamar.

10405520_10202703104219201_7648909875553908909_n
Panorama dari depan Homestay

Air terjun paling dekat dan punya akses paling mudah ialah Curug Tlogo Lumbu. Tracknnya sudah di semen dan dilengkapi fasilitas penunjang kayak toilet umum dan gazebo. Meskipun turun dan nanjak, tapi dak bakal capek-capek banget jadinya.

Air terjun satu ini jadi andalan utama. Biasanya weekend bakal rame oleh pemuda-pemudi dari pekalongan yang memang sengaja dateng buat menikmati suasana alam.

1509204_10201345335337282_95911945_n
Suasana Desa (photo by Sarah)

Perjalanan menuju curug

1069180_4407871415388_867871309_n
Deretan Pinus yang akan menemani perjalanan menuju Curug
DSCN0672
Jalur munuju Curug Tlogo Lumbu (pict by blog desacurugmuncar)

Lantas mana Curug Muncar nya?

Curug muncar nya sendiri berada di sisi atas. Jalurnya belum di semen seperti curug Tlogo lumbu, sehingga kalian harus menyiapkan tenaga dan waktu ekstra untuk menuju ke sana.

Namun, selama perjalanan, panorama alam yang akan tersaji tentunya semakin menawan. Di tengah perjalanan kalian juga akan menemui satu gazebo untuk peristirahatan.

Ini nih pemandangan selama sekitar 1 jam mendaki menuju Curug Muncar.

DSCN1337
Curug Muncar (pict by blog desacurugmuncar)

Dan yang tak kalah menarik dari desa ini ialah warganya yang sangat ramah dan bersahabat. Bagi kalian yang terbiasa hidup di kota, merasakan kehangatan khas seperti ini pasti jadi sesuatu yang spesial. 🙂

Selain Curug di Desa Curug Muncar, masih ada juga curug lain yang berada di desa tlogo pakis, desa sebelum curug muncar.

disini ada Curug Bajing, curug yang cukup populer karena cukup besar dan lebar. Apalagi saat ini jalur menuju ke curug sudah juga dibangun paving block untuk memudahkan wisatawan.

20150305_141638
Curug Bajing

Bagaimana? tertarik?

Kalian bisa lihat video promosi yang gue buat pas KKP lalu di Desa Curug Muncar. semoga bisa memberi gambaran lebih 🙂 .. ini linknya -> Curug Muncar Video Promotion

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s