Samosir itu bukan Pulau? : Mahakarya Alam dan Sejarah dari Negeri Indah Kepingan Surga

Dalam tiap langkah perjalanan, ada tujuan dan harapan. Jangan lupa ! ada uang juga yang terbuang.

Meskipun setiap kali berpergian untuk liburan pribadi kalian mungkin harus membuang uang, tapi gue rasa itu bukan suatu pemborosan. Bagi gue, lebih penting nabung buat jalan2 dibanding beli baju. Alasannya terlalu banyak, salah satunya ialah untuk pengalaman dan pengembangan diri. Sekian prolog basa-basi ini……..

Samosir. Dari SD yang gue tau, Samosir itu Pulau di tengah Danau Toba. Tapi ternyata berdasarkan sejarahnya, dulu salah satu sisi Samosir itu menyatu dengan pulau Sumatera yaitu sisi Baratnya di daerah Pangururan. Maka itu artinya Samosir awalnya bukanlah pulau melainkan Tanjung yang menjorok ke danau. Wow wow wow, anda terkejut? *tolong terkejut biar gue seneng*

Lantas kenapa sekarang menjadi pulau? ternyata eh ternyata, aliran air itu dibuat di zaman Belanda untuk mempermudah mobilitas perahu jika ingin memutar dari sisi Barat ke sisi Timur. Jadilah sekarang terdapat aliran air seperti sungai di sisi Barat Samosir. Dan Saat inipun, Samosir dan Pulau Sumatera tetap terhubung dengan sebuah jembatan kecil yang hanya sepanjang sekitar 10 meter saja.

Terlepas dari semua itu, Samosir memang surga. Ngeliat danau yang begitu luas kayak lautan, menjadikan Samosir sulit dilupakan kayak mantan.

Akhir Februari 2016 lalu, gue dan 2 temen trip Abdus dan Heru lagi dipenuhi keberuntungan karena kesampean mampir sehari di pulau ini. Mangambil jalur darat dari Bandara Kuala Namu menuju Parapat, perjalanan malam ditempuh selama 4 jam dengan naik taksi travel seharga Rp 80.000/org. Kalian bisa cari aja travelnya pas keluar dari Bandara, namanya Nice Trans Travel. Pokoknya jangan khawatir sekalipun kalian tiba di bandara malam hari karena taksi ini slalu ada sampai tengah malem dan berangkat sesuai keinginan sopirnya aja sampe kira2 jumlah penumpang memungkinkan buat berangkat.

Kalau kalian bukan Backpacker kayak gue dan gak mau nunggu lama pake travel regular, kalian bisa naik taksi carter aja, banyak jg tersedia. Kemarin sih dia nawarin 600rb buat ke Parapat… Langsung gue tolak mentah2 si abang.

Suasana Bandara Int’l Kualanamu

Ruang Tunggu Taksi dan Penampakan Taksi Travelnya (photo by Heru)

Oh iya, parapat itu nama daerah di sisi Timur Danau Toba yang tentunya masih masuk Pulau Sumatera. Jalur ke Parapat memang jadi jalur paling favorit wisatawan yang mau ke Danau Toba dari Bandara atau Medan.

Sebagai Backpacker sejati kami gak bakal buang-buang duit cuma buat nginep 4 jam di hotel. Big NO ! *keliatan banget kismin nya* . Gak perlu khawatir, risau, dan gelisah, Kalian bisa numpang di Polsek Parapat kek yang kita orang lakukan. Lokasi Polseknya juga sangat strategis ditepi jalan utama. Disamping Polsek ini ada Masjid Raya Taqwa Parapat. Awalnya kita mau numpang tidur disitu, tapi ternyata pagernya dikunci. Ya… syudahlah…

Izin ke Pak Polisi, karena meraka siap melayani

Perlu kalian ingat bahwa Parapat itu dingin, dingin, dan dingin. Jadi siapkan jaket dan bersepatu kalo kalian memang mencontek gaya gembel kami ini. Oh iya, di dekat polsek ini juga ada warung makan yang buka 24 jam, jadi kalian yang gak niat tidur mending makan dan minum kopi hangat disana… Ambooyyy….

Ceritanya udah pagi.

Gema tilawah di masjid mulai nyala. Jadilah kita langsung ke Masjid dan bebersih terus Solat Shubuh. Berruntungnya lagi, di masjid ini ada kantin. Jadilah kita ngirup kopi hangat dulu disini. Dengan suasana dingin, sebetulnya males mandi, tapi rada risih juga kalo gak mandi, jadilah gue mandi di Toilet Masjid yang juga bersih. Backpackerable deh ini masjid.

Masjid Raya Taqwa dan Kantin Masjid

IMG20160224065347
Polsek dan Masjid yang berdampingan. cie cieee…

Disampingnya lagi dari polsek.. itulah jalan menuju Pelabuhan yang bakal membawa kita ke Samosir. Perlu lo ketahui bahwa ada 2 pelabuhan yang bisa dipilih yaitu Pelabuhan Tiga raja dan pelabuhan Ajibata. Keduanya bisa dilalui dengan naik angkot. Tapi yang lebih deket yaitu Pelabuhan Tiga raja dan masih memungkinkan buat jalan kaki. Tentu kalian bisa menebak apa yang kita orang pilih. Yup… jalan kaki.

Dengan suasana sejuknya pagi hari ditambah pemandangan yang asoy geboy, gue saranin sih emang jalan kaki aja. Gak jauh2 amat kok, paling 30 menitan jalan kaki. Itupun jalan santai sambil berkali-kali berenti buat foto2.

IMG20160224065544
Gerbang jalan menuju Pelabuhan

Sepanjang jalan ini juga banyak banget hotel. jadi gak perlu ragu soal akomodasi kalau ke Parapat ini.

Penampakan perjalanan menuju Pelabuhan Tigaraja

IMG20160224073054
Kalo udah ngeliat Bangunan-bangunan gaya kolonial gini, tandanya udah deket Pelabuhan

Sesampainya di Pelabuhan, kalian akan disambut dengaaaaaannnnn Pasar. Ya, ntah pasar pagi atau pasar ikan gue juga kurang merhatiin. intinya mata gue udah tertuju pada pelabuhannya.

Dari Pelabuhan ini juga kalian bisa milih mau tujuan Tomok atau Tuk tuk di Pulau Samosir. kalau tuk tuk biasanya dipilih buat kalian yang memang berniat nginep di Samosir karena disana langsung disambut banyak penginapan. Sedangkan gue memilih Pelabuhan Tomok yang langsung akan membawa kita menuju objek wisata Makan Raja dan Patung Sigale-gale.

Ntah karena terlalu pagi atau memang bukan musim liburan, jadilah di satu kapal itu cuma ada 5 penumpang, udah termasuk gue dan 2 temen gue. Yes…. bisa bebas ngalay !

IMG20160224073505
Pelabuhan Tigaraja

Jadwal Kapal dan Peta Objek Wisata

Tarif kapalnya juga murah banget, cuma Rp10 ribu/org. wow oowowow…

Selama 20 menit penyebrangan, keknya gak ada kerjaan lain selain foto-foto. Gils, keren parah ternyata Danau Toba. Lanskap dari perbukitan yang mengitari danau ngebuat lo lupa daratan. Karena lo lagi di perairan.

Kapal dan suasana di dalamnya

Pesona Toba

IMG20160224075925
Izi going
IMG20160224075939
Kencangkan Tali Sepatu (dibaju), mari Mulai Petualangan !

Sampai di Pelabuhan Tomok, ada tiket masuk gitu,,, Rp 5 ribu kalo gak salah inget. Di welcome area-nya Samosir ini juga tersedia Map Interpretasi buat panduan kalian kalau dibutuhkan.

IMG20160224084303
Dermaga Pelabuhan Tomok
IMG20160224085108
gate
IMG20160224084556
Map

Sepanjang jalanan masuk ini, kalian bakal disambut dengan deretan pedagang souvenir. Dan sembari emosi, gue tekankan baik-baik pada kaliana. JANGAN BELI! Gilak, gie ditipu abis2an beli kain disono. Awalnya gue emang niat mau beli selendang ulos khas Batak yang biasa dipake itu. Maksudnya buat foto2 di lokasi ntar biar ada atribut. Awalnya dia nawarin 100 ribu. gue tawar lah ampe akhirnya sepakat 60 ribu. Dan karna fakir info akhirnya ya gue beli aja 4 selendang. Satu buat atribut gue foto,  3 lagi buat oleh2, biar gak repot maksudnya beli tempat lain… Bocah 2 lagi itu juga beli gantungan kunci yang harganya Rp 5 ribuan… ternyataaaaaaaaaaa pas kita udah masuk di dalem lagi, disitu lebih banyak pedagang souvenir yang ternyata harga selendang ulos itu cuma Rp 20 ribu…..gantungan kunci cuma Rp 2 ribu…… Tuhaaaaaaaaann…… Salah banget gue belanja di awal…. PLEASEEE Kalian Jangan Bego kayak Gue  😦

IMG20160224090836
Ini! Deretan kios yang bisa kalian abaikan biar gak ditipu

selepas menapaki gang ‘tipu-tipu’ itu, kalian langsung menjumpai jalan raya yang ramai aktivitas. termasuk beberapa angkot yang ngetem. Ya, di dalam Pulau Samosir ini juga ada angkot meskipun memang jumlahnya sedikit sekali.

IMG20160224101738
Jalan utama

Dari jalan itu juga kalian bisa langsung melihat petunjuk arah menuju Makam Raja Sidabutar.

IMG20160224091313
Petunjuk objek wisata

Raja Sidabutar sendiri katanya ialah penemu sekaligus penguasa pertama di Tomok. Ia memiliki kesaktian dimana kesaktiannya akan lenyap kalau rambutnya yang gimbal dipotong. waduuh… kek Si Pitung nya betawi ya?

Terlepas dari kisah tersebut, yang pasti nampak bahwa Sidabutar memang menjadi raja yang dihormati. Ya, terbukti dari makamnya yang terjaga baik hingga sekarang seperti yang akan kita kunjungi ini.

Komplek makam sang raja berada persis di pinggir jalan namun naik tangga sekitar 2 meter. Tanpa tiket masuk, kalian cukup membayar sumbangan seikhlasnya di kotak yang sudah disediakan.

IMG20160224092410
Nah,, itu di belakang Makam Raja nya

 

Disekitar makam juga dibuat patung-patung batu sebagai simbolisasi kehidupan masa raja. Kursi-kursi dibuat sebagai interpretasi kursi yang digunakan raja ketika hendak bermusyawarah.

Bukti kayanya Sejarah Tanah Batak

Gak Jauh dari Makam Raja ini, kami meluncur ke Patung Sigale-gale. Ada dua pilihan lokasi patungnya, pertama yang asli alias yang udah ratusan tahun dan satu lagi yang termasuk baru. Pilih aja dua-duanya biar puas. suka ama yang bikin puas kan?

Sama kayak Komplek makam raja, di kawasan Patung Sigale-gale juga gak memungut biaya masuk, kecuali sumbangan seikhlasnya. Kalau kalian beruntung lagi rame wisatawan, kalian bisa patungan buat ikut tarian sigale-gale.  Katanya sih sekitar 100ribuan buat nari ama patung …

Sigale-gale itu boneka kayu gitu yang katanya kalau jaman dulu bisa nari sendiri, tapi sekarang tentunya udah pake bantuan tali yang digerakin manusia.

Menurut salah satu versi legenda yang paling dipercaya, Boneka kayu itu dibuat oleh Raja masa itu sebagai simbol anaknya bernama Manggale yang wafat saat perang. Boneka itulah yang selalu menemani raja semasa hidup hingga wafatnya raja. Saat itulah boneka kayu tersebut menari disamping jenazah sang Raja. Duh, horor yeee…..

IMG20160224095222
Sigale-gale dan Rumah Bolon Khas Batak
IMG20160224094703
Nari Sigale-gale *gimiknya gitu

Masih tentang Sigale-gale, kita menuju Patung Sigale-gale satunya yang berusia lebih tua. gak jauh dari yang pertama ini. Suasana lokasinya juga gak beda jauh, cuma memang lebih banyak rumah bolonnya yang berjajar.

IMG20160224100007

IMG20160224100304

Komplek Rumah Adat dan Patung Sigale-gale

Setelah puas mengabadikan diri…awalnya mau ke Museum, tapi setelah melalui diskusi panjang dan Solat Istkharah 3 malam, akhirnya kami memutuskan untuk langsung menuju destinasi berikutnya yaitu ke Batu Kursi Huta Siallagan.

Jadilah kita menyusuri lorong-lorong yang dipenuhi kios souvenir sembari si ibu-ibu penjual meneriakkan ‘Kain ulosnya 20 ribu, dek’ …. rasanya pengen teriak ‘gueh punya yang 60 ribu dengan kualitas yang sama kayak yang ibu jual. Puas !’

IMG20160224100953
Deretan kios dan hariku yang hancur kena tipu ulos 60ribu

 

Rencana naik ojek ke Huta Siallagan yang ada di Daerah Tuk-tuk. Tapi ternyata gak ada ojek. Kalau mau sih kalian bisa sewa motor yang banyak tersedia, tapi berhubung kami gak bakal balik ke Tomok, jadi pilihan sewa motor udah kita coret sedari kami masih di kandungan mamak.

Dalam pemikiran mau naik apa itu, tampaklah seonggok  angkot yang lagi ngetem satu-satunya. Nanya-nanya, ternyata eh ternyata ke Huta Siallagan harus masuk jalan lain yang gak dilalui angkot alias mesti naik ojek. Berdasarkan pertimbangan waktu, efisiensi, efektivitas, dan budget. Jadilah kami coret pula itu Huta Siallagan. Bukan tanpa pertimbangan, tapi gue takut gak dapet  travel menuju Berastagi karena terakhir adanya jam 4 sore sedangkan di jam 11 siang itu kita masih ada Menara Pandang Tele yang menurut hemat gue lebih menarik. Maka berdasarkan sidang istimewa kami memilih langsung menuju Menara Tele via Pangururan dengan naik angkot seharga Rp 18ribu.

Sejam diangkot bener2 gak ada bosennya. Setelah tadi otak diisi dengan Mahakarya sejarahnya Samosir, kali ini mahakarya alam nya lah yang mengisi tiap relung jiwa ini. #tsah

IMG20160224103459

IMG20160224103339
Pemandangannya bro… kek beras super, Pulen !

Oh iya, Perlu kalian ketahui kalau lokasi Tomok itu berada di sisi Timur Samosir, sedangkan Pangururan berada di sisi Barat, dengan kata lain kalian harus mengitari pulau 180 derajat.

Sampe juga di Pangururan. Daerah ini jadi ibukotanya Samosir sehingga aktivitasnya cukup ramai dan banyak penduduknya.

Angkotnya juga langsung berenti tepat di depan ruko travel yang menyediakan jalur Pangururan – Medan via Brastagi.

IMG20160224115401
suasana di Pangururan
IMG20160224115148
Kantor travel-nya

Karena kita mau ke Menara Pandang Tele, kita juga bisa naik travel dari sini. tarifnya Rp 20 ribu. Jangan lupa bilang ke abang sopirnya kalau mau berenti di menara, karena biasanya penumpang berenti di pusat Tele nya. atau yang paling aman ya pantengin terus jalanan ampe ngeliat menara putih.

Lumayan lah sekitar 1 jam juga menuju tele dengan alur yang berkelak kelok hingga sampai di Menara Pandang Tele. Pas kita dateng, kawasan menara pandang ini masih dibangun lagi gitu buat perluasan. Mungkin bakal lebih wow kalau udah jadi ntar.

IMG20160224152258
Menara Pandang berada tepat di belokan tajam jalan raya
IMG20160224131144
Pembangunan di taman bawah menara

 

IMG20160224131317
Panorama dari taman bawah menara

 

IMG20160224132206
View dari taman ke arah menara
IMG20160224135622
Panorama dari balik gazebo

Kita belum naik kemenaranya tapi udah kecanduan di sisi bawah menara. Sejam abis buat foto-foto disana sampe akhirnya capek dan laper. jadilah kami memilih makan di tempat makan yang ada dideket menara.

Padahal laper banget tapi ternyara gak ada pilihan lain selain mie instan. Ok fine  dari pada mati kelaperan mending mati dalam nikmatnya makan indomie ditemani dinginnya tele. asoy….

IMG20160224131025
Bangunan kiri itu tempat makannya yang juga merupakan penginapan.

 

Abis kenyang anak mamak, kembalilah kita ke Menara pandang buat naik ke atasnya. Hm… wow… emejing…. keren parah brooo…

kalau boleh mengutip dari tulisan di spanduk depan kantor travel Panguruan itu. ternyata ini bener-bener cocok disebut ‘NEGERI INDAH KEPINGAN SURGA’. oh my……

Dijamin sejam juga lo gak puas-puas buat foto dari berbagai sisi. Sayangnya sih rada mendung gitu, jadi fotonya kurang optimal. Tapi itu difoto, kalo liat langsung mau apapun cuacanya keknya sih bakal tetep emejing.

IMG20160224145127
NEGERI INDAH, KEPINGAN SURGA

 

IMG20160224150658
danau, bukit, dan langit. Luar Biasaaaa
IMG20160224151954
Nikmat Tuhan tiada tara

Masih pengen foto banyak dengan berbagai gaya dan sudut sebetulnya, tapi kita juga khawatir kalo ampe kelewatan travel terakhir yang lewat. karena tujuan kami berikutnya ialah Berastagi.

Maka, akhirnya kami akhiri petualangan menatap langsung Mahakarya Alam dan Sejarah dari Negeri Indah Kepingan Surga, SAMOSIR.

Advertisements

7 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s